Stasiun Kebayoran Lama, Rabu (8/2/23). Foto : Khusnul Khatimah


        Pasar Kebayoran Lama merupakan sebuah pusat transaksi jual beli yang selalu ramai dikunjungi. Sebagaimana namanya, pasar ini terletak di Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan.

        Pasar Kebayoran Lama telah lama berdiri, yaitu sebelum tahun 1980. Suatu kisah panjang yang dimiliki oleh pasar ini. Namun hebatnya tetap berjaya hingga saat ini. Pasar Kebayoran Lama telah terkenal di kalangan masyarakat daerah Jakarta Selatan.

        Ibarat pasar pada umumnya, Pasar Kebayoran Lama juga kotor dan memiliki bau yang tidak sedap. Hal ini sudah menjadi ciri khasnya pasar tradisional. Jika Anda melihat ke masa belakang, Pasar Kebayoran memang sejak dahulu sudah ramai pengunjung.

        Di sana menjual berbagai macam sayuran, daging, aksesoris, baju, seragam sekolah, hingga toko obat. Pasar ini lengkap menjual berbagai macam barang. Beberapa orang mengatakan membeli barang di pasar ini harganya relatif murah.

        Tahun 2010 merupakan tahun fenomenal pasar ini. Hal ini dikarenakan, terjadinya kebakaran di Pasar Kebayoran Lama. Lebih tepatnya kejadian ini terjadi di lantai tiga toko Ramayana kemudian menjalar ke ruko sekitarnya. Kobaran si jago merah ini diduga berasal dari korsleting listrik. Hal ini cukup mengejutkan beberapa masyarakat sekitar karena eksistensi pasar tersebut sangatlah besar.

        Lantai tiga yang habis terbakar tersebut akhirnya direnovasi. Hingga saat ini, lantai tiga Pasar Kebayoran Lama masih berjalan dengan baik. Kejadian kebakaran tersebut akan selalu diingat, khususnya warga Jakarta Selatan.

        Ciri khas Pasar Kebayoran Lama ialah kemacetannya. Bahkan sebelum tahun 2010, kemacetan di sana sudah terjadi. Lebih lagi, adanya angkot dan bajaj yang hobi ngetem sembarangan. Hal ini tidak membedakannya dengan saat ini, kemacetan tetap terjadi. Apalagi pada jam berangkat kerja dan pulang kerja, Anda harus siap memasang kesabaran lebih banyak.

        Hingga saat ini masih banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalanan. Anda bisa melihatnya dari atas skywalk bahwa tidak banyak perbedaan dengan dahulu, mungkin jauh lebih ramai yang berjualan ketimbang saat ini.

        Pasar Kebayoran Lama berdampingan dengan stasiun. Selain ramainya pengunjung pasar, pengunjung stasiun pun terlihat ramai. Hal ini juga yang menyebabkan jalanan di sekitar Kebayoran Lama selalu padat.

        Sekarang, Kebayoran Lama telah berkembang baik. Dengan membangun skywalk untuk pengguna stasiun yang menyambung ke halte membuat pengguna difasilitasi. Sebelum adanya skywalk, pengguna KRL harus melewati jalanan pasar terlebih dahulu untuk mencapai Halte Kebayoran Lama. Hal ini membuat pengguna cemas, terlebih jalanan pasar ketika malam menjadi gelap dan cukup lenggang.

        Dengan adanya skywalk ini menguntungkan pengguna, terlebih wanita. Kecemasan menjadi berkurang karena tidak perlu melewati jalanan pasar yang gelap tersebut. Selain itu, mempermudah aktivitas pengguna KRL dan halte.

        Pasar Kebayoran Lama tidak banyak perubahan. Hingga saat ini, pasar tersebut masih sangat eksis di kalangan masyarakat. Pengunjung tetap berdatangan seilir waktu berjalan. Selain itu, pasar ini juga telah berkembang baik dengan menyediakan skywalk untuk pengguna.