Novel dan film merupakan dua hal berbeda. Novel menggunakan tulisan dalam cerita, sedangkan film menggunakan peran yang dikembangkan.
Meskipun keduanya merupakan bentuk seni yang berbeda. Namun narasi, penokohan, karakter, dan kesan yang disampaikan dari film dan novel sama. Setiap novel dan film pasti memiliki tokoh yang membantu memperkuat cerita. Ini dikenal sebagai alur cerita. Hal ini tidak akan terjadi jika novel dan film tidak memiliki tokoh.
Baik membaca novel maupun menonton film memungkinkan penonton untuk mendapatkan pemahaman tentang cerita yang diceritakan. Tidak masalah jika setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda.
Sudah jelas bahwa setiap orang memiliki preferensi mereka sendiri tentang apa yang mereka suka lakukan: membaca novel atau menonton film. Beberapa orang lebih suka membaca novel karena mereka dapat menggambarkan tokoh dan alurnya sendiri, dan ada juga yang lebih suka menonton film karena mereka dapat menggambarkan tokoh dan alurnya sendiri.
Ketika waktu luang tiba, biasanya seseorang membaca dan menonton film untuk menghibur dirinya.
Namun, mengingat fakta bahwa banyak orang yang tidak pernah membaca novel, bahkan buku. Beberapa orang lebih memilih menonton film daripada membayangkan cerita dan karakter dalam tulisan.
Membaca novel memerlukan penggambaran. Jika pembaca tidak berkonsentrasi maka pesan yang disampaikan penulis tidak akan pembaca mengerti. Karena hal tersebut, orang lebih suka menonton film daripada membaca tulisan.
Bahkan orang yang tidak senang membaca novel akan memberikan apresiasi kepada seseorang yang gemar membaca novel. Kenapa demikian? Karena membaca novel memerlukan konsentrasi, sehingga bisa menginterpretasikannya dengan baik.
Saat ini, novel dapat diakses secara elektronik yang tentunya lebih membuat hidup lebih mudah. Begitupula dengan film, dapat ditonton melalui aplikasi legal. Keduanya menjadi lebih efisien.
Adapun manfaat dari membaca novel dan menonton film. Berikut manfaat membaca novel :
Meningkatkan kemampuan kognitif
Menurut Mar (2011), membaca cerita fiksi dapat merangsang proses sosial kognitif seseorang. Termasuk salah satunya mengembangkan imajinasi pembaca. Contohnya, menyatukan potongan-potongan alur cerita.
Meningkatkan kosa kata
Menurut Krashen (2004), membaca secara umum termasuk membaca novel dapat meningkatkan kosa kata seseorang. Hal ini membantu Anda lebih mengenal macam bahasa dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Meningkatkan daya ingat
Menurut Mar (2011), dalam studinya menunjukkan bahwa membaca fiksi dapat meningkatkan kemampuan berpikir. Tentunya dengan membaca novel dapat melatih daya ingat Anda karena perlu menguraikan plot yang ditulis. Selain itu, Anda harus mengingat detail-detail yang dituliskan, seperti tokoh, karakter, dan alur cerita.
Manfaat menonton film hampir sama dengan mambaca buku yang berbeda hanya seninya. Berikut manfaat menonton film :
Meningkatkan kemampuan visual dan audio
Menurut Hasson, Nir, Levy, et al. (2004), menonton film dapat mempengaruhi persepsi visual dan pendengaran film yang Anda tonton.
Pemahaman emosi dan empati
Menurut Nummenmaa, Glerean, Hari, et al. (2014), menonton film dapat meningkatkan pemahaman Anda terhadap emosi yang dikeluarkan dalam film. Bahwa manusia memiliki berbagai macam emosi sehingga Anda dapat memahami lebih baik.
Hiburan
Tidak lupa bahwa menonton film dapat mengurangi stres dan menjadi hiburan sejenak Anda. Jika sedang pusing terhadap kehidupan, Anda bisa menonton film.
Membaca novel dan menonton film memiliki manfaat yang hampir sama. Jika dikatakan lebih bermanfaat membaca novel atau menonton film? Kedua hal tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Membaca novel dapat meningkatkan kognitif seseorang sedangkan menonton film meningkatkan sensorik.
Jika memiliki waktu luang singkat Anda bisa menonton film dibandingkan membaca novel yang memerlukan waktu lebih banyak dalam menyelesaikannya. Lebih baik lagi, jika Anda bisa saling melengkapi kedua aktivitas tersebut sehingga keuntungan yang didapatkan semakin luas.
Referensi :
Mar, R. A. (2011). The neural bases of social cognition and story comprehension. Annual Review of Psychology, 62, 103-134.
Krashen, S. (2004). The power of reading: Insights from the research. Libraries Unlimited.
Hasson, U., Nir, Y., Levy, I., Fuhrmann, G., & Malach, R. (2004). Intersubject synchronization of cortical activity during natural vision. Science, 303(5664), 1634-1640.
Nummenmaa, L., Glerean, E., Hari, R., & Hietanen, J. K. (2014). Bodily maps of emotions. Proceedings of the National Academy of Sciences, 111(2), 646-651.
Menurut Mar (2011), membaca cerita fiksi dapat merangsang proses sosial kognitif seseorang. Termasuk salah satunya mengembangkan imajinasi pembaca. Contohnya, menyatukan potongan-potongan alur cerita.
Meningkatkan kosa kata
Menurut Krashen (2004), membaca secara umum termasuk membaca novel dapat meningkatkan kosa kata seseorang. Hal ini membantu Anda lebih mengenal macam bahasa dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Meningkatkan daya ingat
Menurut Mar (2011), dalam studinya menunjukkan bahwa membaca fiksi dapat meningkatkan kemampuan berpikir. Tentunya dengan membaca novel dapat melatih daya ingat Anda karena perlu menguraikan plot yang ditulis. Selain itu, Anda harus mengingat detail-detail yang dituliskan, seperti tokoh, karakter, dan alur cerita.
Manfaat menonton film hampir sama dengan mambaca buku yang berbeda hanya seninya. Berikut manfaat menonton film :
Meningkatkan kemampuan visual dan audio
Menurut Hasson, Nir, Levy, et al. (2004), menonton film dapat mempengaruhi persepsi visual dan pendengaran film yang Anda tonton.
Pemahaman emosi dan empati
Menurut Nummenmaa, Glerean, Hari, et al. (2014), menonton film dapat meningkatkan pemahaman Anda terhadap emosi yang dikeluarkan dalam film. Bahwa manusia memiliki berbagai macam emosi sehingga Anda dapat memahami lebih baik.
Hiburan
Tidak lupa bahwa menonton film dapat mengurangi stres dan menjadi hiburan sejenak Anda. Jika sedang pusing terhadap kehidupan, Anda bisa menonton film.
Membaca novel dan menonton film memiliki manfaat yang hampir sama. Jika dikatakan lebih bermanfaat membaca novel atau menonton film? Kedua hal tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Membaca novel dapat meningkatkan kognitif seseorang sedangkan menonton film meningkatkan sensorik.
Jika memiliki waktu luang singkat Anda bisa menonton film dibandingkan membaca novel yang memerlukan waktu lebih banyak dalam menyelesaikannya. Lebih baik lagi, jika Anda bisa saling melengkapi kedua aktivitas tersebut sehingga keuntungan yang didapatkan semakin luas.
Referensi :
Mar, R. A. (2011). The neural bases of social cognition and story comprehension. Annual Review of Psychology, 62, 103-134.
Krashen, S. (2004). The power of reading: Insights from the research. Libraries Unlimited.
Hasson, U., Nir, Y., Levy, I., Fuhrmann, G., & Malach, R. (2004). Intersubject synchronization of cortical activity during natural vision. Science, 303(5664), 1634-1640.
Nummenmaa, L., Glerean, E., Hari, R., & Hietanen, J. K. (2014). Bodily maps of emotions. Proceedings of the National Academy of Sciences, 111(2), 646-651.

0 Comments
Posting Komentar