![]() |
| Foto BJ Habibie Memegang Pesawat Kertas. (Sumber : Suara Muhammadiyah) |
BJ Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936. Ia merupakan tokoh terkenal di Indonesia. Tekad BJ Habibie dalam mengenyam pendidikan sangat tinggi. Sejak kecil BJ Habibie tidak pernah mendapat beasiswa bukan karena tidak pintar, namun setelah ayahnya meninggal, ibunya berjanji akan membiayai pendidikan anaknya dengan uangnya sendiri.
BJ Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936. Ia merupakan tokoh terkenal di Indonesia. Ambisi BJ Habibie dalam mengenyam pendidikan sangat baik. Sejak kecil BJ Habibie tidak pernah mendapat beasiswa bukan karena tidak pintar. Sebaliknya ibunya berjanji akan membiayai pendidikan anaknya setelah ayahnya meninggal.
BJ Habibie merupakan pakar di bidang pesawat terbang. Pada tahun 1976, Ia menjabat sebagai direktur Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN), yang sebelumnya dikenal sebagai Lembaga Industri Pesawat Terbang Nurtanio (LIPNUR). Lembaga ini dipimpin oleh Nurtanio dan kawan-kawan. Dalam pembuatan pesawat terbang CN235, N250, dan N2130 BJ Habibie selalu berpikir ke depan. Kemudian pada tahun 1985 diubah namanya menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara. Setelah perubahan tersebut, terjadi krisis keuangan yang tidak dapat dihindari yang mengakibatkan terhentinya operasional perusahaan.
Dia dianggap sebagai bapak teknologi Indonesia. Ia memiliki IQ 200, lebih tinggi dari kecerdasan Albert Einstein. Karena kejeniusan dan kecerdasannya yang luar biasa, teman-temannya kuliahnya mempertanyakan asal usul BJ Habibie. Mereka mempertanyakan mengapa dirinya bisa berbahasa Jerman lebih baik daripada orang asing biasa.
BJ Habibie merupakan Presiden ke-3 di Indonesia setelah Soeharto. Dia sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden teknologi MBB Jerman, sebelum menjabat sebagai pimpinan IPTN. BJ Habibie menciptakan formula yang dikenal sebagai “Faktor Habibie”, yang sangat bermanfaat bagi industri penerbangan. Formulanya memenangkan Edward Warner Award dan von Karman Award.
Pada 11 September 2019, BJ Habibie meninggal dunia pada usia 73 tahun. Sosok inspiratig ini telah pergi mengakibatkan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia atas kepergiannya. BJ Habibie mampu menyelesaikan studinya di Jerman dengan biaya sendiri, meskipun bukan dari kalangan berpunya. Menurutnya, kunci masa depan bangsa terletak pada sumber daya manusianya. Siapa lagi yang akan membangun bangsa ini kalau bukan rakyatnya sendiri?


0 Comments
Posting Komentar