Anak memang belum tahu jika ia menjadi korban pelecehan seksual. Namun pada saat dewasa, ia akan mengerti bahwa ia pernah mengalami pelecehan. Hal ini akan menjadi trauma tersendiri ke sang anak. Bayang-bayang akan masa lalu selalu menghampirinya.
Sebelum ada kata terlambat, lebih baik para orang dewasa memperkenalkan pendidikan sex kepada anak-anak. Meskipun zaman semakin canggih, banyak orang di luar sana masih bersumbu pendek.
Karena zaman semakin canggih inilah orang tua harus semakin waspada. Semua kalangan baik orang tua hingga anak kecil telah menggunakan HP. Akses menuju video porno semakin dipermudah. Seharusnya semakin kuat juga pegangan ilmu anak terhadap pendidikan seks agar dirinya tidak tersesat.
Bukankah hal ini masih tabu? Jika melihat di sekeliling kita, iya hal tersebut masih tabu. Terlebih masyarakat di luar perkotaan menganggap hal ini tidak sopan untuk dibicarakan kepada sang anak.
Padahal pendidikan seks sangat penting untuk menjadi membatasi antara rasa ingin tahu dengan hal-hal yang berbau vulgar. Ini bisa terlaksana jika pemberian informasi dilakukan secara akurat, jujur, lengkap dan sesuai dengan usia dan kedewasaan.
Sumber pendidikan seks bisa dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan sekitar. Sebaiknya pendidikan seks dimulai dari lingkungan keluarga karena orang tua merupakan madrasah pendidikan pertama bagi anak-anak.
Bagaimana cara menyampaikannya? Mulailah dengan mengedukasi sesuai dengan umurnya. Kemudian mengenalkan anatomi tubuh manusia. Lalu meningkat dengan menjelaskan cara berkembangbiak manusia dan hewan. Setelah itu, ajarkan kepada anak dampak yang terjadi.
Mengedukasi ke anak jangan menggunakan bahasa vulgar agar pesan tidak terkontaminasi. Pentingnya, tanamkan rasa malu kepada anak, misalnya mengganti pakaian di ruang tertutup. Selain itu, ajarkan kepada anak menghormati privasi bahwa tidak semua orang dapat melihat tubuhnya tanpa seizinnya.
Mengajarkan pendidikan seks kepada anak tidak ada cara instan. Anda dapat mengajarkannya melalui kebiasaannya sehari-hari. Tidak lupa tanamkan kepada anak ajaran agama agar mereka selalu berpikir dalam bertindak ke depannya. Pendidikan seks merupakan proses keberlanjutan, bukan hanya satu kali percakapan.
Referensi :
Anik Listiyana. Diakses pada 2023. Peranan Ibu Dalam Mengenalkan Pendidikan Seks Pada Anak Usia Dini


0 Comments
Posting Komentar