Tiap manusia memiliki berbagai macam emosi. Bisa senang, marah, sedih, kecewa, dan juga bisa takut. Emosi memiliki banyak macamnya, bisa saja ada emosi lainnya yang diri sendiri pun tidak menyadari itu. Semua tergantung dengan manusianya sendiri, bagaimana cara mengolah perasaan tersebut dan mengeluarkannya dengan baik.

        Begitupun yang terjadi pada diriku sendiri. Dahulu aku sering memendam emosi. Namun salah satu teman baikku memberikan pesan, “Apapun yang kamu rasakan itu valid, luapkan emosimu.” Sejak saat itu, aku lebih menghargai emosi dalam diriku.

        Hal-hal kecil dapat membuat kusenang. Melihat kucing makan tanpa diganggu kucing lainnya, menatap bulan dan bintang dalam gemerlapnya langit malam, membantu seseorang yang sedang kesulitan, hal-hal kecil itu membuat perasaanku membuncah senang. Perasaan tidak hanya berasal dari hal ‘besar’ saja, hal-hal kecil pun sangat berarti.

        Hal yang baru saja terjadi dalam hidupku adalah melihat idolaku menggelar konser di ICE BSD, Tangerang. Ia berhasil menonton konser NCT Dream. Perasaan senang tak terkira, melihat idola yang sangat aku kagumi selama ini berada di depan mataku.

        Salah satu hal yang membuat kusenang sebelum hari berlangsungnya konser. Diizinkan orang tua untuk menonton konser tersebut. Hal itu membuat aku bernapas lega karena izin orang tua adalah hal terpenting di dunia ini. Bersyukur tak lupa aku ucapkan karena semua ini terjadi karena kehendak-Nya.

        Emosi lainnya berupa kecewa dan sedih. Kedua emosi tersebut dapat membuat manusia hilang harapan dan berpikiran negatif. Jika tidak mengelolanya dengan baik, hal buruk dapat saja terjadi. Semua kesedihan dan kekecewaan harus dikeluarkan emosinya, jangan dipendam. Berceritalah dengan seseorang yang kamu percayai untuk melegakan isi pikiranmu.

        Kecewa dan sedih tentunya semua manusia pernah merasakannya. Ditolak perguruan tinggi sembilan kali, saudara meninggal dan sebulan kemudian paman meninggalkan dunia ini, aku pernah merasakannya.

        Dunia tentu saja hancur karena semua hal itu berlangsung dalam tahun yang sama, tetapi semua orang harus tetap berjalan. Kesedihan dan kekecewaan mengajarkanku menjadi manusia dewasa. Tidak semua hal di dunia ini berjalan sesuai kehendaknya. Ada di mana kekecewaan dan kesedihan mengajarkan banyak orang untuk lebih dekat dengan-Nya.

        Emosi marah ditandai dengan perasaan tidak terima terhadap seseorang. Merasa diperlakukan secara tidak benar. Biasanya orang akan meluapkan amarah ke semuanya sehingga yang tidak bersalah kena imbasnya. Hal itu tidak benar, emosi marah harus dijelaskan baik-baik kepada orang yang bersangkutan.

        Adapun orang saat marah bisa menangis, itu cara dia meluapkan emosinya. Tidak apa-apa, tidak salah menangis karena amarah diri sendiri yang sudah tidak terbendung. Semua luapan benar dilakukan jika tidak merugikan orang lain.

        Takut, membayangkannya saja sudah mengerikan. Takut tidak sesuai yang diharapkan, takut mendapatkan nilai buruk, takut tidak sukses, takut tidak disukai teman, dan ketakutan lainnya. Kata seseorang, ketakutan datang karena kita belum melakukannya. Lebih baik mencobanya walaupun gagal daripada tidak pernah mencobanya sama sekali.

        Aku merupakan pribadi yang sangat takut mencoba hal baru. Namun, diriku bisa menghadapi rasa takut tersebut dengan baik. Dalam tahun terakhir sekolah, aku mencoba mengikuti lomba karya ilmiah remaja.

        Takut hasil penelitian salah, takut salah mengambil judul, ketakutan menggerogoti tiap harinya. Meski begitu, aku dan partner mengerjakan makalah dengan baik. Memenangkan Juara 2 bidang MIPA menjadi pengalaman pertamaku.

        Semua perlu dicoba memang benar, jika hanya bergantung pada rasa takut apa yang dipikirkan bisa saja semuanya terjadi. Berpikir positif dan mengafirmasi diri sendiri itu perlu. Dengan berpikir positif, semua ketakutan perlahan-lahan akan sirna.

        Meluapkan perasaan juga merupakan hak tiap manusia. Menangis dan menulis sangat membantu untuk mengelola pikiran. Setelah menangis pasti kamu akan merasa mengantuk. Menangis dapat menghilangkan beban sejenak. Meski saat ini, sudah jarang orang-orang menulis dibuku diary.

        Mengelola perasaan itu perlu dilakukan. Jika tidak mengolanya dengan baik, hal buruk bisa saja akan nyata di hadapan. Berusahalah untuk meminta bantuan orang lain untuk mendengarkan keluh kesahmu. Dengan meminta bantuan orang lain, kamu akan mendapatkan saran yang mungkin saja akan mengubah hidupmu.

        Manusia memang makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup tanpa orang lain dan selalu berdampingan. Jika memang saran teman belum berguna, kamu bisa meminta bantuan kepada ahlinya. Keluarkan, semua keluh kesahmu. Perasaan yang kamu rasakan saat ini benar adanya.