Chapter 2
![]() |
| Ilustrasi pertemanan pemain (Sumber : trishartsy_/Instagram) |
“Iya, ayo cepet takut penuh.”
Atala dan Risa berjalan menuju kampus sambil memikirkan makanan apa yang saat ini ingin ia makan. Rasa lapar menghilangkan sejenak tugas-tugas yang harus ia kerjakan esok hari. Melihat adanya kursi kosong, Atala dan Risa segera menghampiri dan duduk di sana.
“Tal gua mau beli soto betawi, lu mau apa?”
“Samain aja Ris kebetulan gua juga lagi pengin soto.”
“Oke gua mesen makanan lu pesen minuman ya.” Atala menganggukan kepalanya sebagai tanda setuju.
Begitu pesanan sampai mereka menikmati makanannya dengan lahap. Tiga SKS yang dilaluinya benar-benar menguras banyak energi.
“Matkul kedua luring juga kan?” tanya Atala.
“Iya. Ayo ke kelas dikit lagi jadwalnya mulai.”
Kelas siang ini dipenuhi oleh 30 mahasiswa. Mata kuliah kedua ini merupakan Ekonomi SDM. Karena masih ada waktu 10 menit sebelum kelas dimulai, Atala mengistirahatkan badannya di lantai.
Namun 10 menit beralu dosen belum juga masuk kelas. Anak kelasan tetap menunggu dosen dengan kesibukannya masing-masing. Ada yang mengobrol, tidur, main HP, dan bernyanyi.
Satu jam berlalu, Rian –penanggung jawab mata kuliah Ekonomi SDM– turun ke ruang dosen karena pesannya belum kunjung dibalas.
Tak membuahkan hasil Rian kembali lagi ke kelas.
“Loh dosennya ke mana Yan?” Tanya Risa.
“Gak tau Ris, gua cari di ruang dosen nggak ada juga. Kata Pak Adi, Pak Salam udah nggak ada di ruang dosen dari jam 11.”
“Lah?” ucap sekelas dengan keheranan.
“Jadi nunggu sejam di sini buat apa dong? Mending pulang gue ngerjain tugas.” Ucap teman kelas.
Atala dan Risa saling bertatapan. Mereka berdua menghela napas pasrah.
“Suka-suka dosen guys,” ucap Atala seraya menghela napas.
Hari ini benar-benar melelahkan baik mental maupun fisik. Padahal, ia sering membaca keluh-kesah mahasiswa di media sosial, mereka dengan gaul menyebutkannya “Suka-suka Dosen”. Tidak menyangka selama dua tahun kuliah, ia mengalaminya secara langsung hari ini. Suka-suka dosen memang nyata adanya.
“Loh dosennya ke mana Yan?” Tanya Risa.
“Gak tau Ris, gua cari di ruang dosen nggak ada juga. Kata Pak Adi, Pak Salam udah nggak ada di ruang dosen dari jam 11.”
“Lah?” ucap sekelas dengan keheranan.
“Jadi nunggu sejam di sini buat apa dong? Mending pulang gue ngerjain tugas.” Ucap teman kelas.
Atala dan Risa saling bertatapan. Mereka berdua menghela napas pasrah.
“Suka-suka dosen guys,” ucap Atala seraya menghela napas.
Hari ini benar-benar melelahkan baik mental maupun fisik. Padahal, ia sering membaca keluh-kesah mahasiswa di media sosial, mereka dengan gaul menyebutkannya “Suka-suka Dosen”. Tidak menyangka selama dua tahun kuliah, ia mengalaminya secara langsung hari ini. Suka-suka dosen memang nyata adanya.
- End -


0 Comments
Posting Komentar